Kegiatan Cimic yang dilaksanakan oleh Satgas Batalyon
Komposit TNI ini, diselenggarakan dalam bentuk kegiatan sosial guna memberikan
bantuan kepada warga lokal dan juga agar masyarakat dapat menerima keberadaan
dari Prajurit TNI Kontingen Garuda.
Adapun wilayah yang menjadi fokus diberikan
bantuan oleh Satgas Indobatt adalah Abbuzar dan Kriding, dimana kedua tempat
tersebut masih dalam wilayah tanggung jawab operasi pasukan perdamaian
Kontingen Garuda XXXV-B/Unamid, di Darfur Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Indobatt Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto,
S.IP. yang diwakili oleh Komandan Kompi C Kapten Inf Febrantodi Bustomi memberikan bantuan berupa baju muslim dan kaos kepada
warga lokal yang memang mayoritas beragama muslim, dimana bantuan tersebut
diberikan langsung kepada masyarakat setempat.
Dansatgas Indobatt Letkol Inf
Singgih Pambudi Arinto S.IP yang sehari-hari menjabat sebagai Dandim 0907/Tarakan, Kodam
VI/Mulawarman, Kalimantan Timur mengatakan bahwa, kehadiran Satgas
Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda dari Indonesia di misi United Nations Mission In Darfur harus dapat
lebih memberikan kesan yang positif kepada masyarakat Darfur-Sudan.
“Prajurit Garuda harus dapat menjalankan tugas
sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian Misi
PBB di Darfur-Sudan, Afrika Utara, sebaik mungkin dan hindari
pelanggaran sekecil apapun, karena pelanggaran sekecil apapun dapat merugikan
diri sendiri dan nama baik Bangsa Indonesia,” kata Letkol Inf Singgih.
Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda
XXXV-B/Unamid yang
berjumlah 800 personel, merupakan satgas kedua TNI yang bertugas untuk misi
PBB di Darfur Afrika, dan rencananya akan bertugas selama 1 tahun hingga 2017
mendatang.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Pasukan
Indonesia ditempatkan di dua UN Camp, yaitu Markas Batalyon beserta Kompi
Bantuan dan 3 (tiga) Kompi
Senapan yang berada di Supercamp Secwest Unamid di El Geneina dan 1 (satu) Kompi Senapan
Berdiri Sendiri berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari
Supercamp El Geneina.
0 komentar: