(Puspen
TNI. Kamis, 21 Juli 2016). Saya
menghimbau agar sisa-sisa kelompok teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur
(MIT) yang masih berada di Gunung Poso, untuk segera turun gunung kembali
kepangkuan Ibu Pertiwi dan bersama-sama masyarakat membangun daerah Sulawesi
Tengah. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada
awak media saat mengunjungi Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Rabu
(20/7/2016).
“Bagi
pengikut jaringan MIT yang menyerahkan diri, proses hukumnya tetap dilakukan
sesuai dengan hukum yang berlaku, karena Indonesia adalah negara hukum. Saat
proses hukum berjalan, mereka masih bisa ketemu dengan keluarganya dan pada
saat ditahanpun, mereka masih bisa bertemu dengan keluarganya”, ujar Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima
TNI menuturkan, pasca kematian pimpinan kelompok teroris Santoso beberapa hari
lalu, TNI tidak akan menarik pasukan yang ada maupun menambah pasukan untuk
membantu pihak Kepolisian guna memburu sisa-sisa kelompok MIT yang diperkirakan
masih berjumlah 19 orang termasuk di antaranya tiga perempuan. “Pasukan yang ada sudah cukup dan tidak perlu
lagi saya menambah pasukan, personel yang saat ini masih tergabung dalam Satgas
Tinombala akan terus menjalankan operasi hingga masa tugasnya usai,” kata
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Terkait
masa perpanjangan waktu pengejaran kelompok teroris di Poso, Panglima TNI menyerahkan
kepada Polri karena Operasi Tinombala merupakan operasi yang penanggungjawabnya adalah Kapolri dan TNI membantu
mem-BKO-kan prajuritnya. “Tim Satgas Operasi Tinombala yang bertugas
saat ini akan habis masa tugasnya pada 6 Agustus mendatang dan jika operasi
berlanjut, biasanya akan ada pergantian personel baik dari Polri dan TNI,” ujar
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI bersama
dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sudah sepakat untuk
melanjutkan dan memperkuat Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah. TNI dan
Polri akan manfaatkan momentum ini untuk meningkatkan operasi dan operasi
Tinombala tak akan mengendor, malah semakin kuat. “Salah satu bentuk perkuatan
tersebut adalah dengan menggelar operasi teritorial untuk meningkatkan
taraf hidup masyarakat di sekitar daerah Operasi Tinombala, yang akan
dilaksanakan atas kerja sama dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam
hal ini Gubernur dan Bupati serta instansi terkait lain,” tutur Panglima TNI.
Usai mengunjungi
Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Panglima TNI bersama Kapolri didampingi Kasad
Jenderal TNI Mulyono, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dan Kapolda Sulteng
Brigjen Pol Rudi Sufahriadi memberikan pengarahan dihadapan 1.900 prajurit TNI
Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala di Mapolda Sulawesi Tengah.
Dalam pengarahannya, Panglima TNI menyampaikan bahwa kekuatan bangsa ini adalah
kebersamaan TNI, Polri dan Rakyat. “Jangan mau di adu domba, karena bagaimanapun
juga negara kita sangat luar biasa dan banyak negara lain yang ingin menguasai Indonesia.
Mereka tahu tidak bisa menguasai bangsa ini, apabila TNI, Polri dan Rakyat bersatu,”
katanya.
Panglima
TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Toto Karnavian hadir
ditengah-tengah prajurit untuk memberikan ucapan selamat atas keberhasilan
Satgas Operasi Tinombala yang berhasil menembak mati pimpinan teroris Santoso.
Kehadiran pucuk pimpinan tertinggi TNI dan Polri tersebut untuk memberikan semangat
dan dukungan moril bagi prajurit TNI dan Polri yang bertugas dalam Operasi
Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah.
0 komentar: