Dalam
pembekalannya Panglima TNI menyampaikan antara lain bahwa, dalam
perjuangan menuju Indonesia Raya peran Otonomi Daerah sangat strategis karena otonomi
daerah mempunyai peran yang sangat
strategis dalam memajukan Indonesia Raya. “Saya yakin
para Pemimpin Daerah lah yang harus menjadi motor, penggerak, pemersatu dan kemajuan
bangsa,” ucapnya.
“Saya sengaja
menggunakan Indonesia Raya. Konotasi
Indonesia Raya ini bisa Indonesia yang besar, Indonesia emas, Indonesia yang
luar biasa, maka pendiri bangsa menyanyikan lagu Indonesia adalah Indonesia
Raya supaya kita punya obsesi mewujudkan Indonesia yang raya,” kata Panglima TNI.
Panglima
TNI juga menyampaikan bahwa yang membuat Pancasila dan UUD 1945 adalah para leluhur-leluhur
kita, nuansa kejiwaannya adalah bahwa kita dijajah itu pedih. Kita berjuang
mati-matian, mengorbankan semuanya bahkan darah dan nyawa. Maka kita buat pagar
yaitu Pancasila dan UUD 1945.
Usai memberikan pembekalan kepada 92 Kepala Daerah, Panglima TNI Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada para awak
media menyampaikan bahwa para
Bupati dan Walikota itu berasal dari berbagai ragam profesi. Mereka disini disatukan untuk menyamakan visi membangun daerah masing-masing, tetapi visinya
untuk publik, untuk rakyat dan kemudian juga untuk menyamakan bagaimana visi
dari Kementerian Dalam Negeri. “Semuanya
juga dilakukan disini, bagaimana
mematangkan para Bupati
dan Walikota ini untuk lebih percaya diri dan siap membangun sesuai dengan visi
ini,”
ujarnya.
Inilah sebenarnya yang harus dilakukan, sehingga apa yang
menjadi visi Kementerian Dalam Negeri ini bisa dilakukan sampai ke tingkat
daerah. “Pembangunan secara nasional itu tidak akan bisa berkesinambungan kalau
pemerintah daerah tidak sama dengan pusat. Inilah yang harus disamakan agar tujuan bangsa
ini bisa tercapai, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Panglima TNI.
0 komentar: